LOMBA Bahasa JEPANG dan Bahasa inggris SMAK DIPONEGORO DI unesa

Seleksi Lomba Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris SMAK Diponegoro di UNESA dengan Like YouTube

Keterampilan bahasa merupakan keterampilan praktis yang perlu dilatih terus-menerus. Karena itu, Pusat Bahasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar acara Language Festival 2019 di ruang Pusat Bahasa Unesa kemarin (16/11).

Terdapat empat jenis kegiatan yang dilombakan untuk pelajar dan mahasiswa. Ada unjuk kebolehan membaca puisi tingkat SMA, storytelling tingkat SMA, dan nyusu o yomu (lomba baca berita bahasa Jepang) tingkat SMA. Selain itu, ada English olympiad tingkat SMA dan mahasiswa yang dilaksanakan sehari sebelumnya.

Roni, ketua panitia, mengatakan bahwa di antara beberapa kompetisi itu, nyusu o yomu merupakan yang pertama dilombakan tahun ini. Menurut pria yang juga pengajar di Unesa itu, lomba tersebut perlu dilestarikan karena banyak manfaatnya untuk peningkatan profesionalitas kebahasaan mahasiswa maupun pelajar.

Selain itu, lomba tersebut bisa membiasakan peserta berkolaborasi skill bahasa dengan kemajuan teknologi. Karena itu, salah satu mekanisme pemilihan peserta melalui upload video di YouTube. Peserta menampilkan kebolehannya lewat video yang disebarkan itu. ’’Panitia akan menyeleksi 25 calon peserta yang mendapatkan like terbanyak di YouTube,’’ ujar Roni.

Setelah menyaring 25 peserta terbaik, untuk maju ke babak final akan dipilih lagi menjadi 10 peserta video terbaik. 10 peserta tersebut akan menjadi finalis ke babak final yang diselenggarakan pada tanggal 16 november 2019.
Siswa SMA Katolik Diponegoro Blitar yang bernama Christian Ardy Handoko lolos menjadi 10 finalis Lomba Nyuusu O Yomu. Untuk materi Lomba Nyuusu O Yomu yang digunakan pada sesi final ini, peserta akan diberi bacaan berita baru dari panitia yang diupload pada tanggal 15 November 2019 siang. Jumlah materi lomba adà 6 bacaan berita dan pada saat final, peserta hanya akan diberi 3 bacaan berita dengan cara undian.
Dalam waktu singkat semua peserta final harus menguasai 6 bacaan berita, yang akhirnya peserta dari SMA Katolik Diponegoro Blitar memperolèh juara 3. Selamat untuk pemenang, jangan tinggi hati, tetap semangat dan terus belajar. がんばってください。

Selamat untuk pemenang, jangan tinggi hati, tetap semangat dan terus belajar. がんばってください。

Untuk peserta English Olimpiad, atas nama Richard Devlin kelas 12 bahasa menempati urutan ke 8 dan Leonard Wesutan kelas 10 bahasa menempati urutan ke 72. Nilai yang mereka peroleh juga tinggi, namun nilai mereka masih dibawah pemenang yang memang nilainya sangat tinggi. Tetap semangat, jangan putus asa. Masih banyak kesempatan untuk menjadi juara. Tetaplah belajar dan berusaha. Semangat ya…

Tetap semangat, jangan putus asa. Masih banyak kesempatan untuk menjadi juara. Tetaplah belajar dan berusaha. Semangat ya…