Arsip Kategori: INFORMASI

PPDB SMAK DIPONEGORO

Untuk PPDB Online SMAK Diponegoro Blitar 2020 silahkan Klik Disini

Bagian Depan : Brosur PPDB SMAK Diponegoro Blitar 2020/ 2021
Bagian Belakang: Brosur PPDB 2020/2021

Untuk PPDB Online SMAK Diponegoro Blitar 2020 silahkan Klik Disini

« 2 dari 6 »

Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompetensi dan Karakter Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompetensi dan Karakter”

Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompetensi dan Karakter

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompetensi dan Karakter”, https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/20/20221891/lionel-messi-dan-tantangan-gantikan-un-2021-dengan-kompetensi-dan-karakter?page=all.

Editor : Yohanes Enggar Harususilo

https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/20/20221891/lionel-messi-dan-tantangan-gantikan-un-2021-dengan-kompetensi-dan-karakter?page=all

Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompetensi dan Karakter

Program Pintar Praktik baik dan gagasan pendidikan Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Kompas.com – 20/01/2020, 20:22 WIB
Editor Yohanes Enggar Harususilo
Penulis: Prof. Muchlas Samani

KOMPAS.com –

Mendikbud Nadiem Makarim telah memastikan UN 2020 akan menjadi UN terakhir. Ujian Nasional (UN) 2021 akan diganti dengan uji kompetensi dan survei karakter. UN yang berbasis konten dipandang tidak lagi cocok dengan kebutuhan anak-anak menghadapi masa depan, sehingga harus diganti dengan uji kompetensi. Dengan kompetensi, siswa diharapkan akan dapat belajar sendiri apa yang dia perlukan dalam kehidupannya.
Begitu kira-kita ungkapan yang saya dengar, ketika beberapa teman membahas kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Apa yang dimaksud kompetensi?

Ternyata, sama dengan apa yang sering disebut dengan istilah 4C (critical thinking, creativity, communication, collaboration). Kadang ditambah satu C lagi, yaitu confident, sehingga menjadi 5-C. Ditambah satu C lagi, yaitu curiosity, sehingga menjadi 6-C. Bahkan ada yang menambahkan 1-P, yaitu problem solving, dan 1-E, yaitu empathy, sehingga menjadi 6C+1P+1E.

Kemampuan personal dan sosial

Jika ditelusur, aspek-aspek kompetensi tersebut telah disebut Tony Wagner (2007) dalam buku The Global Achievement Gap, dan diberi istilah the survival skills. Bernie Trilling dan Thomas Fadel (2009) menyebutnya dengan istilah 21st century skills for live in our time. The Economist-Intelligence Unit menyebutnya dengan istilah the future skills. Kemendikbud (2003) dalam Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education) menyebut kemampuan seperti itu dengan istilah generic skills. Walaupun menggunakan istilah berbeda-beda, tetapi intinya sama, yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan, apapun profesinya.
Penelitian Samani dkk (2014) yang menggabungkan berbagai konsep dan memverifikasi di lapangan, menyimpulkan dua kemampuan pokok yang diperlukan dalam kehidupan.
Pertama, memecahkan masalah secara kreatif (solving problem creatively).
Kedua, hidup bersama di masayarakat secara harmonis (living together in a harmony).

Kemampuan pertama disebut personal skills karena diperlukan setiap orang walaupun dalam keadaan sendiri. Kemampuan kedua disebut social skills karena diperlukan ketika yang bersangkutan bekerja dan atau hidup berkelompok.
Messi: konten, kompetensi dan karakter Critical thinking, creativity, problem solving merupakan bagian dari personal skills, sedangkan communication, collaboration, empathy merupakan bagian dari social skills. Adapun confident dan empathy lebih merupakan karakter. Namun perlu dicatat, karakter semestinya tidak hanya terkait dengan baik terhadap orang lain, seperti jujur, sabar, suka menolong dan sejenisnya, tetapi juga kerja keras, tangguh dan pantang menyerah (grit), yang menurut penelitian Angela Duckworth (2016) merupakan kunci kesuksesan dalam kehidupan.

Lantas, apa hubungannya dengan konten dan karakter?

Untuk membahasnya, saya ingin mengajukan pertanyaan, ketika pesepak bola dari klub Barcelona, Lionel Messi, sukses membuat gol, kemampuan apa yang diterapkan? Saya yakin dia memerlukan critical thinking untuk memahami situasi lapangan saat itu, creativity untuk menemukan posisi tembak yang paling ideal. Dia juga harus memiliki keterampilan menggiring bola dan menembakkan ke gawang lawan. Inilah konten yang dimiliki oleh Messi dalam bermain bola. Messi pasti juga memiliki karakter hebat, misalnya kerja keras, pantang menyerah, tidak emosi walaupun diganjal lawan dan sebagainya.
Jadi performa hebat Messi dalam bermain bola, didukung oleh kompetensi, konten dan karakter. Performa adalah interseksi antara ketiga aspek tersebut.

Pentingnya “wahana” dalam pendidikan

Kompetensi, konten, dan karakter merupakan satu bagian utuh yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran. Seperti pembelajaran IPA di SMPN 12 Tanjung Jabung Timur, siswa difasilitasi menemukan konsep getaran melalui kegiatan percobaan, menganalisis ciri-ciri getaran, dan menemukan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pola ini tentu tidak hanya berlaku pada pemain bola, tetapi juga profesi lain, misalnya insinyur, dokter dan guru. Performa akan maksimal jika ditunjang oleh ketiga aspek tersebut secara proporsional, sesuai dengan karateristik tugas yang dihadapi seseorang. Yang pasti tidak mungkin performa akan baik kalau salah satu dari aspek tersebut tidak ada. Dengan kata lain, ketiga aspek terebut diperlukan, sehingga harus ditumbuhkembangkan dalam pendidikan.
Dalam konteks pendidikan, ketiganya tidak dapat dilepaskan. Sepertinya pesan Ki Hajar Dewantara pengembangan aspek intelektual, karakter, dan raga tidak dapat dipisahkan agar anak kita tumbuh dengan sempurna. Konten dapat diibaratkan sebagai wahana, sedangkan kompetensi dan karakter sebagai isi. Wahana, dalam konteks pendidikan, dapat berupa matapelajaran, tugas, proyek dan sejenisnya. Tidak dapat dibayangkan bagaimana menumbuhkan critical thinking tanpa wahana, misalnya magnet dalam IPA atau Perang Diporegoro dalam IPS. Tidak dapat dibayangkan mengembangkan karakter percaya diri tanpa wahana misalnya tugas yang sederhana dan anak pasti dapat mengerjakan.

Tantangan mengukur kompetensi

Dengan demikian antara kompetensi, karakter, dan konten tidak perlu dipertentangkan. Yang perlu dicari bentuknya adalah wujud performa, yang mengandung ketiganya. Bagaimana wujud pembelajaran yang dapat mengembangkannya. Misalnya bagaimana dirancang ketika siswa SMP mempelajari topik magnet di IPA, mengapa suatu benda mengandung magnet, mengapa yang tidak. Bagaimana menggunakan magnet untuk keperluan sehari-hari, dan sebagainya. Ketika belajar topik Perang Diponegoro, siswa didorong berpikir mengapa Diponegoro melawan Belanda, bagaimana seandainya Diponegoro justru menang dalam perang tersebut. Jika pembelajaran IPA dan IPS tersebut dikerjakan dalam bentuk tugas kelompok, bagaimana karakter sabar, tenggang rasa dan juga kerja keras dapat ditumbuhkan. Jika AKSI akan menggantikan UN, bagaimana soal-soal AKSI dapat mengukur kompetensi dalam wadah konten. Misalnya dapat mengukur critical thinking, creativity, dan problem solving dalam konten persamaan kuadrat di Matematika SMP. Dapat mengukur kompetensi yang sama dalam topik Pemerintahan Daerah di PPKn, dan sebagainya.

Membangun “budaya sekolah”

Lebih dari itu, perlu dirancang upaya bagaimana agar guru mampu melaksanakan konsep tersebut. Tidak hanya tahu teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan di kelas. Tidak hanya yang terkait dengan pembelajaran, tetapi juga bagaimana mengukur ketercapaikan target sehingga dapat melaksanakan remidial bagi yang belum mencapai dan pengayaan bagi yang melaju lebih dahulu.
Terkait dengan karakter, perlu dicatat bahwa pendidikan karakter yang paling efektif adalah melalui budaya sekolah (Samani dan Haryanto, 2011). Oleh karena itu, pendidikan karakter tidak dapat diserahkan kepada guru agama dan PPKn saja, tetapi semua guru adalah guru karakter. Lebih dari itu, karakter tidak dapat diajarkan melalui ceramah tetapi harus ditularkan, sehingga semua guru harus menjadi contoh bagaimana berkarakter yang baik.

Penulis: Prof. Muchlas Samani Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah 2018-2022, Ketua Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, dan Penasihat Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompetensi dan Karakter”, https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/20/20221891/lionel-messi-dan-tantangan-gantikan-un-2021-dengan-kompetensi-dan-karakter?page=all.

Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Sumber: https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/20/20221891/lionel-messi-dan-tantangan-gantikan-un-2021-dengan-kompetensi-dan-karakter?page=all

Try Out UNBK SMAK Dipo 2019/2020

Setelah libur semester ganjil, dan kegiatan Natal siswa-siswi SMAK Diponegoro Blitar kembali belajar lagi. Khusus kelas XII mulai tanggal 13 Januari 2020 kemarin sampai dengan 17 Januari 2020 mengadakan kegiatan Try Out UNBK yang dilaksanakan oleh sekolah.

Kegiatan Try Out ini dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi dengan menggunakan 3 (tiga) lab komputer yang diikuti oleh 137 (seratus tiga puluh tujuh) peserta didik yang terdiri dari:

(1) 26 (dua puluh enam) peserta didik jurusan Bahasa yang terdiri dari 7 (tujuh) peserta laki-laki dan 19 (sembilan belas) peserta perempuan,

(2) 56 (lima puluh enam) peserta didik jurusan IPS yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) peserta laki-laki dan 31 (tiga puluh satu) peserta perempuan;

(3) 55 (lima puluh lima) peserta didik jurusan IPA yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) peserta laki-laki dan 30 (tiga puluh) peserta perempuan.

Adapun jadwal Try out kali ini adalah

  1. Senin, 13 Januari 2020 Matpel Bahasa Indonesia Sesi 1 jam 10.30 – 12.30, Sesi 2 jam 12.40 – 14.40
  2. Selasa, 14 Januari 2020 Matpel Bahasa Inggris Sesi 1 jam 10.30 – 12.30, Sesi 2 jam 12.40 – 14.40
  3. Rabu, 15 Januari 2020 Matpel Matematika Sesi 1 jam 10.30 – 12.30, Sesi 2 jam 12.40 – 14.40
  4. Kamis, 16 Januari 2020 Matpel Pilihan Sesi 1 jam 07.00 – 09.00, Sesi 2 jam 09.15 – 11.15

Pada hari terakhir, Kamis 16 Januari 2020 dilaksanakan pagi hari karena akan diadakannya rapat koordinasi dengan Yayasan Yohanes Gabriel Perwakilan Blitar yang akan dilaksanakan pada pukul 13.00 sampai dengan selesai. Sedangkan para peserta didik tetap belajar mandiri disekolah dengan mengerjakan tugas yang diberikan oleh para pendidik SMAK Diponegoro Blitar.

Sampai hari keempat ini kegiatan TryOut berjalan dengan lancar. Sukses dan semangat untuk para peserta TryOut SMAK Diponegoro Blitar.

LOMBA Bahasa JEPANG dan Bahasa inggris SMAK DIPONEGORO DI unesa

Seleksi Lomba Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris SMAK Diponegoro di UNESA dengan Like YouTube

Keterampilan bahasa merupakan keterampilan praktis yang perlu dilatih terus-menerus. Karena itu, Pusat Bahasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar acara Language Festival 2019 di ruang Pusat Bahasa Unesa kemarin (16/11).

Terdapat empat jenis kegiatan yang dilombakan untuk pelajar dan mahasiswa. Ada unjuk kebolehan membaca puisi tingkat SMA, storytelling tingkat SMA, dan nyusu o yomu (lomba baca berita bahasa Jepang) tingkat SMA. Selain itu, ada English olympiad tingkat SMA dan mahasiswa yang dilaksanakan sehari sebelumnya.

Roni, ketua panitia, mengatakan bahwa di antara beberapa kompetisi itu, nyusu o yomu merupakan yang pertama dilombakan tahun ini. Menurut pria yang juga pengajar di Unesa itu, lomba tersebut perlu dilestarikan karena banyak manfaatnya untuk peningkatan profesionalitas kebahasaan mahasiswa maupun pelajar.

Selain itu, lomba tersebut bisa membiasakan peserta berkolaborasi skill bahasa dengan kemajuan teknologi. Karena itu, salah satu mekanisme pemilihan peserta melalui upload video di YouTube. Peserta menampilkan kebolehannya lewat video yang disebarkan itu. ’’Panitia akan menyeleksi 25 calon peserta yang mendapatkan like terbanyak di YouTube,’’ ujar Roni.

Setelah menyaring 25 peserta terbaik, untuk maju ke babak final akan dipilih lagi menjadi 10 peserta video terbaik. 10 peserta tersebut akan menjadi finalis ke babak final yang diselenggarakan pada tanggal 16 november 2019.
Siswa SMA Katolik Diponegoro Blitar yang bernama Christian Ardy Handoko lolos menjadi 10 finalis Lomba Nyuusu O Yomu. Untuk materi Lomba Nyuusu O Yomu yang digunakan pada sesi final ini, peserta akan diberi bacaan berita baru dari panitia yang diupload pada tanggal 15 November 2019 siang. Jumlah materi lomba adà 6 bacaan berita dan pada saat final, peserta hanya akan diberi 3 bacaan berita dengan cara undian.
Dalam waktu singkat semua peserta final harus menguasai 6 bacaan berita, yang akhirnya peserta dari SMA Katolik Diponegoro Blitar memperolèh juara 3. Selamat untuk pemenang, jangan tinggi hati, tetap semangat dan terus belajar. がんばってください。

Selamat untuk pemenang, jangan tinggi hati, tetap semangat dan terus belajar. がんばってください。

Untuk peserta English Olimpiad, atas nama Richard Devlin kelas 12 bahasa menempati urutan ke 8 dan Leonard Wesutan kelas 10 bahasa menempati urutan ke 72. Nilai yang mereka peroleh juga tinggi, namun nilai mereka masih dibawah pemenang yang memang nilainya sangat tinggi. Tetap semangat, jangan putus asa. Masih banyak kesempatan untuk menjadi juara. Tetaplah belajar dan berusaha. Semangat ya…

Tetap semangat, jangan putus asa. Masih banyak kesempatan untuk menjadi juara. Tetaplah belajar dan berusaha. Semangat ya…

SMAK DIPO MERAIH PRESTASI LAGI !!!!!

(7/11) Dua bulan terakhir ini ada beberapa prestasi yang diperoleh peserta didik SMAK Diponegoro Blitar, Prestasi yang diraih yaitu diantaranya : Juara I dan III Lomba Shodou Tingkat Nasional Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya . Juara I diraih oleh Ananda Aprilia Kristin Catur Wulandari kelas XI PIS-1, sedangkan jura III diraih oleh Ananda Sherlin Dwi Septiowati kelas XII-PIB.

Tim Teater KATJADIGO SMAK DIPO Blitar mendapat Juara III Lomba Theater SAC 2019 di SMAN 1 Talun Kab. Blitar.

Juara III Tim Dagongan (Lomba Tradisional) yang diselenggarakan oleh Pemkot Blitar, dengan mengalahkan Tim RSK Budi Rahayu Kota Blitar dan Tim FPTI. Sedangkan untuk lomba terompah raksasa kita masih belum mendapatkannya. tapi anak-anak tetap semangat.

Selain itu pada tanggal 26 Oktober 2019 SMAK Diponegoro Blitar mendapat Juara 1 Speech Contest Lomba ASEC tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Polinema Malang, atas nama Ananda Richard Devlin T. kelas 12 Bahasa.

Tim Dance SMAK Diponegoro Blitar juga mendapatkan Juara II Pocari Sweat Dance Compatition.

Tim Paski SMAK Diponegoro Blitar dalam lomba Padantara’19 yang diselenggarakan oleh Paski SMAN 2 Kota Blitar mendapatkan juara II, yang diikuti oleh 35 tim Paski se-Jawa Timur.