Apa Kata Alumni?

APA KATA ALUMNI TENTANG SMAK DIPONEGORO BLITAR???

Blitar, waktu saya browsing di internet saya menemukan tulisan berikut, yang dimuat pada hari Sabtu, 19 Januari 2013 Pukul 03:20 oleh Ridho Ageng Saputra dengan isi sebagai berikut:

SMAK Diponegoro Blitar Tempat Belajar Toleransi Beragama

Sabtu, 19 Januari 2013 03:20 | Oleh : ridho ageng saputra

KOPI – Sekolah Menengah Atas Katolik Diponegoro Blitar adalah sekolah dimana aku di tahun 2009 sampai dengan 2012 mengenyam pendidikan, menimba ilmu untuk persiapan hidup di masyarakat dengan segala perbedaannya. SMAK Dipo, demikian biasa kami memanggilnya, mengajarkan bagaimana hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain yang ada di lingkungan sekolah kami, dimana hampir semua agama di Negara tercinta ini ada, dari agama sekolah kami yaitu Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Khonghucu semua menjadi satu dalam ikatan almamater SMA Katolik Diponegoro Blitar.
Di sinilah kami memahami perbedaan keyakinan namun tetap teguh dalam keyakinan kami masing-masing. Memang, di dalam proses belajar mengajar kami mengenal Pendidikan Agama Katolik. Namun sebenarnya apabila Anda (petinggi pemerintahan) hadir di setiap KBM, kami (non Katolik) mendapat pengajaran yang paling sempurna yang pernah kami dapat sebelumnya dimana kami bisa mengetahui mengenal agama Katolik itu sendiri. Kami (non Katolik) bukan menganut, tetapi belajar memahami mereka seperti mereka memahami kami.
Teringat dengan sebuah kegiatan di dalam kelas ketika pelajaran Agama. Kami diberi sebuah tugas dimana kami diperintahkan membuat sebuah makalah tentang agama kami masing-masing dan mempresentasikannya di depan kelas. Tak hanya teman seagama saja yang melontarkan pertanyaan tapi juga teman Nasrani dan Khonghucu, kami pun bertanya. Mereka ingin tahu dan ingin menambah wawasan dengan cara pandang yang berbeda. Kami semua meyakini bahwa agama itu adalah urusan kami dengan Sang Pencipta meski di lain pihak juga ada hubungannya dengan sesama manusia.
Yang terjadi ketika kami bersekolah di sekolah negeri yang berwawasan ke-Islaman, tentunya merasa berbeda jika dibandingkan bersekolah di SMAK Dipo. Mungkin saja mereka diajarkan untuk bertoleransi antar agama, namun praktiknya nol karena lingkungan mereka adalah lingkungan Muslim. Sedangkan kami yang ada di SMAK Dipo mendapat teori budi pekerti dan praktiknya dalam kehidupan bermasyarakat di sekolah. Semua itu karena kami saling berbeda, tak sama dan tak serupa.
Di sinilah kami menemukan kehidupan yang sebenarnya dengan keanekaragaman bangsa Indonesia. Di sinilah kami hidup dalam toleransi tanpa hujat-menghujat, dan di sinilah perbedaan itu menjadi satu. BHINNEKA TUNGGAL IKA adalah kami dengan sebuah perbedaan yang menjadikan kami tumbuh dalam kekeluargaan yang damai.

Sumber :http://www.pewarta-indonesia.com/berita/pendidikan/10953-smak-diponegoro-blitar-tempat-belajar-toleransi-beragama.html
Ada ingin sekolah dengan segudang prestasi, kreasi dan berkembang cara berpikir …. SMAK Diponegoro Blitar lah sekolahnya…Dan Ayooo Segera bergabung di SMAK Diponegoro Blitar

Tinggalkan Balasan