GURU BAHASA JEPANG SMAK DIPONEGORO BLITAR MENDAPATKAN BEASISWA PEMERINTAH JEPANG TAHUN ANGGARAN 2019

GURU BAHASA JEPANG SMAK DIPONEGORO BLITAR MENDAPATKAN BEASISWA PEMERINTAH JEPANG TAHUN ANGGARAN 2019
SMAKDipoBlt-Konsul Jenderal Jepang di Surabaya telah mengadakan orientasi dan makan siang bersama untuk para penerima beasiswa pemerintah Jepang, Monbukangakusho/MEXT (Ministry of Education, Culture, Sport, Science and Technology) tahun anggaran 2019 dengan berbagai program yakni D2, D3, S-1, Research Student, S-2 dan S-3 serta penerima beasiswa program Training Teacher dari The Japan Foundation.

Mereka akan menempuh study di Jepang sejak April tahun ini. Orientasi ini dihadiri oleh 10 penerima beasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur antara lain : Surabaya, Malang, Jember, Lumajang, Blitar dan daerah-daerah lain. Salah satunya Guru Bahasa Jepang, SMAK Diponegoro Blitar, yaitu ibu Yuliana, SS. atau yang lebih akrab dipanggil  先生 (Sensei) Yuliana.

Para penerima beasiswa bersama Konjen Masaki Tani (tengah baris belakang)

Pada pembukaan acara, Konsul Jenderal Masaki Tani memberikan kata sambutan yang mengatakan : “Saya sangat bersuka cita karena banyak penerima beasiswa berasal dari Jawa Timur.

Sebelum berangkat ke Jepang mungkin banyak kekhawatiran, namun dengan nasehat-nasehat dari para senior yang berbagi pengalaman dalam orientasi ini bisa menepis kekhawatiran tersebut dan berangkat dengan tenang.

Saya harap anda sekalian dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di Jepang serta berperan aktif sebagai jembatan penghubung Jepang-Indonesia yang telah terjalin dengan erat selama lebih dari 6 dekade ini”

Sambil menikmati makan siang bersama, para penerima beasiswa memperkenalkan diri masing-masing, kemudian 2 anggota Persada (Perhimpunan Alumni Dari Jepang) Ibu Mega Moeharyono Puteri, drg.,Sp.KGA.,Ph.D (Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, alumni Universitas Hiroshima) dan Bapak Roni Seto Wibowo D.Eng. (Dosen Fakultas Tehnik Listrik Institut Tehnologi 10 November, Surabaya, alumni Universitas Hiroshima) memberikan orientasi tentang kehidupan dan kiat-kiat study di Jepang serta berbagi pengalamannya selama study di Jepang.

Di penghujung acara orientasi ini para peserta menumpahkan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi “unek-unek” mereka sebelum berangkat ke Jepang.

Berkat jawaban dan ulasan yang diberikan oleh 2 alumni yang sudah berpengalaman menempuh study juga tinggal di Jepang, Konjen Tani dan konsul Muda Kashiwabara sebagai warga Jepang asli, maka mereka merasa lega dan tersenyum puas saat foto bersama di akhir acara.

Selamat jalan, selamat belajar, selamat berjuang diperantauan dan semoga selalu sukses.

SMAK Diponegoro Blitar……..Jaya……Jaya……. Luar Biiiiasa!!!!!!!