Cerpen: Lika-liku Meraih Mimpi

Halo teman-teman, atau siapapun yang membaca tulisanku, ijinkan aku memperkenalkan diriku, namaku Risa, Katarina Risa itulah nama lengkapku, aku hidup di tengah keluarga yang berkecukupan, namun berkecukupan tidak membuatku mendapat perhatian penuh layaknya seorang anak. Ayahku bernama Erwin Argananta, dia bagiku merupakan seorang diktator di dalam rumahku, dia selalu menuntutku untuk menjadi dokter seperti kakak ku, Vino Argananta.

Di dalam rumah aku berasa seperti disiksa di dalam penjara, karena Ayahku selalu mengunci kamarku dan aku dipaksa belajar mati-matian supaya impian ayahku untuk menjadikan ku dokter bisa terwujud. Namun tahukah kalian, aku benar-benar tidak ada minat dalam bidang kesehatan apalagi kedokteran yang bagiku sangat rumit dan membutuhkan waktu bertahuntahun untuk mempelajarinya. Aku hanya berminat di bidang kesenian terutama tarik suara, ya, hobiku menyanyi, namun Ayahku sama sekali tidak mendukung hobiku ini, alasannya adalah, jika aku terus menyanyi, aku tidak akan menghasilkan uang untuk menghidupi keluargaku kelak, kedua, jika aku menyanyi itu tidak akan membanggakan, begitu kata ayahku, dan ayah selalu berkata bahwa penyanyi tidak akan sukses dalam karir nya.

Karena tekanan dari ayahku yang bertubi-tubi, aku tidak dapat menahannya karena aku menganggap itu sebagai penghalang mimpiku selama ini. Lalu akhirnya aku memutuskan untuk berontak saat ini dan memberanikan diri untuk membuktikan pada ayah bahwa penyanyi bisa sukses membanggakan keluarga terutama ayahku yang selama ini menentang ku. 

Pada pagi hari ini, aku terbangun disapa sinar mentari yang begitu terik, “Oh tidak, aku terlambat!” pekikku. Setelah merapikan tempat tidur, aku bergegas mandi lalu sarapan, namun kulihat di meja makan hanya ada selembar surat bertuliskan “Nak, ayah ada meeting dengan klien pagi ini, jadi ayah tidak sempat membuatkan sarapan, tapi ayah sudah menyediakan bahan-bahan masakan di kulkas, kamu masak sendiri ya untuk sarapan!”.

3 tanggapan pada “Cerpen: Lika-liku Meraih Mimpi”

  1. Hebat kamu Carolina
    Bermimpilah setinggi langit
    agar hidupmu penuh warna
    Mimpi ituharus diwujudkan
    untuk mewujudkan mimpi tidak semudah membalik telapak tangan
    Orqng sukses itu karena mimpi
    Perjuangan dan doa untuk mewujudkan mimpi harus sejalan dan berimbang
    Proses menggapai mimpi tak akan mengkhianati hasil

  2. Alurnya sudah runtut, meskipun ada beberapa diksi dan pemenggalan kalimat yang kurang pas, tapi ceritanya sudah menarik dan mudah dipetik pesannya. Semangatt!

Tinggalkan Balasan ke Mega Florentina Batalkan balasan