Cerita : CINTA DALAM DIAM

Akhirnya Kak Dea dan Kak Ayu memperbolehkan kami untuk pulang karena kegiatan MPLS sudah berakhir dan dilanjutkan dengan kemah penutupan MPLS dua hari lagi, aku menggerutu kesal karena setiap ada kemah, aku harus membawa barang bawaan yang sangat berat ke bumi perkemahan, dan itu sangat membuatku lelah. Tapi ada sedikit hal yang membuatku sedikit lega karena aku ternyata dikelompokkan bersama dengan sahabat-sahabatku, Dita, Lea, dan Lisa, juga empat teman yang lain, yaitu Gaby, Farah, Caca, dan Nindy, dan Lea dipilih oleh panitia menjadi ketua Regu kami karena terlihat tegas, setelah itu kami disuruh untuk memberikan nama pada regu kami, umumnya nama regu perempuan memakai nama bunga, jadi kami harus memikirkan nama bunga yang cocok untuk regu kami. “Gimana kalo Mawar?” Usul Farah, “Terlalu mainstream itu mah” Jawab Caca yang merupakan keturunan Sunda, “Regu matahari aja gimana?” Usul Dita, “Eh boleh tuh, belum ada yang pake nama itu kok, gimana yang lain setuju nggak?” Jawab Lea, “Setuju!!!” Seru yang lain.

Setelah menentukan nama regu, kami pun pulang ke rumah kami masing-masing, “Ting!” hp ku berbunyi pertanda ada pesan masuk, “Hah nomor tak dikenal? Siapa sih nih?” Tanyaku ketika melihat ada nomor tak dikenal mengirimiku pesan “Mau pulang bareng gak? Gw tunggu di parkiran motor.” Sebenarnya aku ingin menolak ajakan tak dikenal itu, tapi karena penasaran, aku langsung menuju parkiran motor, disana aku tidak melihat siapapun alias sepi, kecuali satu motor sport yang mestinya pemiliknya adalah laki-laki, tiba-tiba, “Mau pulang bareng kan jadinya?” Kata seseorang dibelakangku yang ternyata adalah Kak Jason, wajahku langsung berubah ketika melihat Kak Jason, “Kenapa? Masih marah? Yaudah aku minta maaf deh, sebagai permintaan maaf, gue anter lo pulang ya?” Tawar Kak Jason, “Enggak ah gak bakal aku pulang sama kakak” Balasku ketus, “Jangan galak-galak, nanti cantiknya ilang loh hahaha” Canda Kak Jason, “Gak lucu!” Bentakku sambil hendak pergi dari parkiran, “Lo gak penasaran darimana gue dapet nomor hp lo?” Teriak Kak Jason ketika aku berlari keluar parkiran.

Sebenarnya aku penasaran darimana Kak Jason dapat nomor ku, tapi karena aku malas berurusan dengan Kak Jason, jadi kubuang jauh-jauh rasa penasaran itu. Hmm lagi-lagi hp ku berdering kali ini panggilan tak dikenal, dengan sebal kuangkat panggilan itu, “Halo, siapa?” Tanyaku, “Gue Raka, mau pulang bareng gak? Diluar udah mulai gerimis” Ajak Raka, “Oke deh gue keluar sekarang” Kataku sambil berlari menuju gerbang sekolah dimana Raka sudah menungguku. “Yuk” Ajak Raka sambil menyodorkan helm padaku. Aku pun segera naik ke jok belakang Raka, dan Raka pun langsung melajukan motornya membelah Kota Jakarta. Tiba-tiba saja Raka memberhentikan motornya di salah satu kedai makan bernama “Selera rasa”.

1 tanggapan pada “Cerita : CINTA DALAM DIAM”

  1. Memang …. kadang CINTA tidak harus diucapka.
    Carolina teruslah berkarya
    Asah ketajaman nuranimu dalam goresan tinta

Tinggalkan Balasan