Cerita : CINTA DALAM DIAM

“Yuk masuk” Ajak Raka, “Mmm okey” Jawabku, Raka memilih tempat duduk nomor 4 di dekat jendela kedai, tak lama, pelayan pun menyodorkan daftar menu kepada kami, “Silahkan kak mau pesan apa?” Tanya pelayan itu dengan ramah, “Udah pesen aja yang lo mau” Ujar Raka, dalam hatiku bertanya-tanya, kenapa sekarang Raka jadi lo-gue ke aku, biasanya kan aku-kamu, tapi sudahlah aku berusaha melupakannya, “Hmm aku mau seblak aja deh” Jawabku malu-malu, “Oke, gue mau soto daging aja deh mbak, sama tambah nasi putih 2 porsi ya” Kata Raka pada pelayan. “Baik kak ditunggu ya?” Jawab Pelayan itu dengan ramah, 10 menit kemudian makanan kami datang, dan kami langsung melahapnya. Setelah makanan habis aku segera mengeluarkan dompetku bermaksud untuk membayar makanan tadi, tapi Raka mencegahku “Udah gue aja yang bayar, kan gue yang ngajak lo makan” Ujar Raka, “Mmm okey makasih ya” Jawabku

Raka mengacungkan jempolnya dan langsung naik ke motor begitu juga aku. 20 menit berlalu akhirnya sampai juga aku ke rumah, Aku segera turun dan mengucapkan terimakasih pada Raka, “Haha udah berapa kali sih lo bilang makasih, udah santai aja anggep gue itu kakak lo sendiri, santai aja ok?” Kata Raka, “Haha okey deh, aku masuk dulu ya KAK RAKA” Kataku mempertegas kata Kakak. Hm apa ini kenapa hatiku serasa hancur ketika mendengar perkataan Raka tadi, tapi bagaimana mungkin aku bisa se sayang itu sama Raka, padahal kita baru bertemu 2 hari yang lalu saat MPLS.

“Aduh anak mama udah pulang, dianter siapa tadi? Pacar? Ihh anak mama baru aja MPLS udah dapet pacar aja, kenalin dong ke mama” Kata Mama menggodaku, “Apaan sih Ma, orang itu cuman temen, santai aja kali maa” Jawabku sambil berjalan menuju kamar ku dengan langkah yang gontai, “Kamu teh kenapa dek? Sakit? Laper? Tuh mama udah bikinin sop ayam kesukaan kamu di meja makan, kamu ganti baju dulu abis gitu makan” Perintah Mama, “Iya deh ma” Jawabku. Setelah berganti baju dan cuci kaki dan tangan, aku segera menuju meja makan dan mengambil sop ayam di mangkuk lalu langsung menghabiskannya, “Kamu gak makan nasi dek?” Tanya Mama, “Enggak ma aku tadi udah ditraktir makan sama Raka” Jawabku, “Ohh cowok tadi namanya Raka” Jawab Mama, “Iya ma” Lanjutku. Setelah menghabiskan makananku, Aku segera mencuci piring ku dan cepat-cepat menuju kamar untuk istirahat. Sesampainya di kamar aku segera mengambil hp ku dan mencari nomor Raka yang tadi menelponku, “huft akhirnya ketemu!”  Aku menyimpan nomor Raka dengan nama “Mas Raka” biar agak sweet gitu hahaha, hmm ingin rasanya mengirim pesan ke Raka tapi hatiku masih rapuh karena perkataan Raka yang menganggap ku adiknya sendiri, apa-apan ini kenapa aku begitu rapuh, Aku baru saja kenal Raka selama 2 hari ini tapi kenapa aku langsung menyukainya, pesonanya langsung memikatku, talentanya bermain gitar, menyanyi dan bermain basket juga semakin memikatku, entah perasaan ini akan terus ada atau hanya semu semata dan akan hilang suatu saat nanti. “Dekk!! Rose…” Panggil Mama dari lantai bawah, “Iya maa??” Jawabku, “Kamu nyicil siapin barang-barang buat kemah gih, daripada ntar ada yang ketinggalan” Perintah Mama, “Oke bos siapp” Balasku, aku segera menghubungi teman-temanku dalam grup yang sudah dibuat oleh Dita, grup itu bernama regu matahari, sebenarnya fungsi grup ini hanya untuk membagi tugas membawa barang saat kemah nanti. Aku membaca apa saja yang harus kubawa, “ROSE: Beras dan tenda” hah tenda? Aku segera menghubungi Raka untuk mencari tau dimana tempat membeli tenda yang murah dan berkualitas. “Halo Raka? Eh Aku mau nanya nih! Tempat sewa tenda yang murah dimana kamu tau gak? “Ohh Gue tau Rose! Gue kebetulan juga kebagian bawa tenda, abis ini gue jemput ya! Kita cari bareng sekalian, okey?” “Oke jangan lama-lama ya!” “Siap dedek Rose!”. Setelah menutup telpon, aku segera ganti baju, disini aku memilih celana jeans biru, kaus putih dan cardigan hitam, 10 menit kemudian… “Dekk, Raka udah di depan tuh, buruan atuh dek” Panggil Mama yang logat Sunda nya mulai keluar yang berarti Mama mulai kesal karena aku terlalu lama bersiap-siap. “Iya Mahhh…” Jawabku, Aku pun segera menyambar tote bag hitam di gantungan dan mengambil hp serta power bank dan dompet tentunya, setelah itu aku turun dan menghampiri Raka, “Maaf lama hehe” Kataku, “Sanss yuk naik” Ajak Raka, “Okey, dadahhh Maa… jangan kangen yaa” Seruku ketika motor mulai melaju, dari spion kulihat Raka terkikik karena tingkahku “hahaha gagal jaim deh” batinku. 25 menit kami menyusuri jalan, akhirnya sampai juga kami di tempat penyewaan tenda dan alat camping “Hana Camp”. “Capek?” Tanya Raka, “Lumayan” Jawabku singkat, “Yaudah didalem ada ruang tunggu, lo duduk disitu aja, gue yang cariin tenda nya okey?” Kata Raka, “Iyadeh” Jawabku, “Sekalian titip HP gue ya” Kata Raka, “Okeoke” Balasku. Setelah Raka menelusuri bagian yang lumayan jauh dari ruang tunggu, aku iseng membuka hp nya, dan berapa kaget nya aku, ketika ada banyak panggilan keluar di Whatsaap Raka dengan nama Ghina, ada sekitar 4 panggilan keluar dalam sehari ini yang berarti Raka menelepon Ghina 4 kali dan tidak dijawab oleh Gina, hmm siapa itu Ghina… Aha aku tanya Stevy anak kelas sebelah aja, btw aku dan Stevy kenal dekat karena kami satu SMP dulunya.

1 tanggapan pada “Cerita : CINTA DALAM DIAM”

  1. Memang …. kadang CINTA tidak harus diucapka.
    Carolina teruslah berkarya
    Asah ketajaman nuranimu dalam goresan tinta

Tinggalkan Balasan