Berprestasi di tengah pandemi

Pandemi covid-19 tidak menyulutkan semangat belajar siswa kami dalam mengukir prestasi.

Sekolah kami tercinta, SMAK Diponegoro Blitar kembali mengukir prestasi dalam ajang “Suara Pelajar” yang diadakan oleh Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandala Surabaya, yang diwakili oleh siswa kami Carolina Esther Sukma Diana kelas XI-PIB yang berhasil mendapatkan Juara 2 dalam lomba menulis opini “Suara Pelajar” yang memiliki tema “KAUM MUDA MENGHADAPI EKSTRIMISME” dengan opini yang berjudul “MUSUH DALAM SELIMUT”.

Ajang ini diadakan pada tanggal 1 Mei 2021 dan pengumuman pemenang pada tanggal 21 Mei 2021 lalu.

SELAMAT DAN TERUS ASAH TALENTAMU DI SMAK DIPONEGORO BLITAR TERCINTA

Untuk karya opini sebagai berikut:

Musuh dalam Selimut

May 24, 2021

Masa muda, merupakan masa yang ekstrim, dimana pada masa ini, tak jarang orang muda sering terlibat dilema, tak melulu soal percintaan, bahkan dalam lingkup pertemanan, atau kerap kali disebut sebagai “pergumulan”, sering terdapat konflik dilema yang bahkan dapat memutar otak polos kaum muda dan akhirnya tercuci oleh paham yang mereka terima dari “pergumulan” mereka sendiri. Dimana seringkali kaum muda terjun dalam pergumulan tersebut dengan tujuan bersenang-senang, melepas penat ataupun menyegarkan pikiran dari rumitnya kehidupan. Namun tanpa sadar justru pergumulan inilah yang menghantar mereka pada jalan yang sebenarnya bukan tujuan awal mereka. Dapat pula dikatakan, bahwa suatu pergumulan dapat “menyetir” atau mengendalikan arah hidup kaum muda.

Seringkali beberapa paham tersebut berkembang pesat di kalangan kaum muda, dimana pemikiran muda mereka yang belum dapat menelaah suatu paham yang telah diterima, akhirnya mengaktifkan insting dan keyakinan untuk menerima mentah-mentah sekaligus pula menyebarkannya ke pergumulan-pergumulan lain. Proses inilah yang menyebabkan sering munculnya berita di media sosial yang memberitakan tentang konflik penyerangan atau pemberontakan terhadap kaum yang dianggap berbeda dari yang lain.

Maraknya konflik tersebut memunculkan sebuah istilah “ekstrimisme”, dimana orang memiliki keyakinan yang begitu kuat terhadap suatu pandangan, dan tentunya dapat melanggar norma, dan hukum yang berlaku. Paham ekstrimisme dapat dianggap sebagai doktrin yang menyesatkan kaum muda dan diketahui memiliki motif memecah belah bangsa sendiri. Untuk lengkapnya isi cerita tersebut dapat dilihat pada website https://www.fdfagora.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *